Proses Penemuan Candi Borobudur Dan Pemugaran

Penemuan Candi

Penemuan Candi Candi ini dibikin semegah kemungkinan, tetapi dia ditelantarkan dan dipendam oleh susunan tanah dan abu vulkanik sebab letusan gunung yang ada disekelilingnya. Situs Judi Slot Tumbuhan dan semak belukar tutupi bangunan itu, hingga candi ini lebih seperti bukit dibanding tempat peribadatan untuk agama Budha.

Candi itu tertutup sepanjang beratus-ratus tahun, peluang dia ditinggal oleh warga saat Mpu Sindok, yang waktu itu telah berkuasa di daerah Medang, mengalihkan ibu-kota kerajaan dari daerah Jawa tengah ke Jawa sebab gunung berapi yang meletus. Meskipun fakta ini pun tidak jadi aspek terpenting kenapa Candi Borobudur sampai ditelantarkan.

Kejadian itu terdaftar dalam riwayat candi borobudur dan peluang berlangsung seputar tahun 928 s/d 1006 Masehi. Factor yang lain membuat candi ini ditelantarkan ialah hadirnya agama Islam seputar era ke-15, membuat dilalaikan oleh warga yang peluang telah berbeda agamanya.

Pemahaman Riwayat
Walau demikian, legenda dan keelokan Candi Borobudur bisa kedengar dan simpang siur dalam masyarakat. Namun waktu itu tidak ada yang punya niat untuk lakukan pemugaran pada candi yang sudah tertutup abu vulkanik dan tanah itu.

Pada tahun 1814 Masehi, Indonesia sedang dijajah oleh Belanda, dan ketika yang bertepatan gubernurnya waktu itu. Thomas Stanford Raffles mempunyai minat dengan budaya dan warisan yang berada di Jawa. Saat dia sedang bekerja di daerah Semarang, dia dengar cerita berkenaan candi besar yang berada di dekat rimba.

Rimba itu bersisihan dengan dusun Bumisegoro, yang disebut posisi Candi Borobudur dahulunya. Raffles selanjutnya memerintah H.C Cornelius untuk lakukan penyidikan ke bangunan itu, sebab Cornelius sendiri adalah seorang insinyur.

Seputar dua bulan selanjutnya, Cornelius telah mendapati susunan candi yang terselinap dibalik bukit. Semak belukar itu dan membersihkannya dikit demi sedikit. Riwayat candi borobudur juga kembali lagi tercetak ulangi. Cornelius tidak lupa memberi sketsa candi itu ke Raffles selaku wujud laporan selanjutnya.
Seterusnya Hartmann yang mengurus pemugaran dan penemuan kembali lagi bangunan dan monumen agama besar itu. Dia adalah petinggi Hindia Belanda yang bekerja di seputar daerah Kedu, bersisihan dengan Candi Borobudur. Pada tahun 1835, sejumlah besar banguna candi sudah nampak dan mulai diperbarui ulangi.
F.C Wilsen bekerja untuk mengetuai pemugaran itu, yang disebut insinyur Belanda yang waktu itu. Memegang selaku sebagai kepala di bagian tehnik bangunan. Dia pelajari konstruksi bangunan candi itu dan mengundang banyak perhatian dari warga Belanda sendiri. Yang waktu itu sedang jadi penjajah dan penghuni daerah di seputar Magelang.
Proses Pemugaran
Seperti tempat monumental yang lain, candi ini pun tidak lepas dari perampokan artefak yang dipasarkan mahal. Sesudah mengenali hal itu, penyidikan juga dikerjakan oleh faksi Belanda untuk menginvestigasi masalah itu. Pada akhirnya ditetapkan jika pemugaran masih diteruskan dan artefak tak perlu dibawa ke museum untuk kepentingan keamanan.
error: Content is protected !!