Memahami Manfaat Dari Makanan Fortifikasi

Manfaat Makanan Fortifikasi

Manfaat Makanan Fortifikasi Pernah menyaksikan tulisan ‘makanan fortifikasi’ waktu pengin beli makanan di swalayan? Biasanya, merek ini kerap ditemui pada produk susu dan beberapa bijian. Beberapa dari Anda kemungkinan belum mengetahui apakah itu makanan fortifikasi dan bedanya dengan makanan lain.

Untuk Anda yang ingin tahu dan pengin lebih dekat dengan makanan fortifikasi, berikut keterangan komplet pemahaman, faedah, dan resiko dari makanan ini.

Apakah itu makanan fortifikasi?
Makanan fortifikasi ialah makanan yang diperkaya dengan gizi yang awalnya tidak dikandung makanan itu
Makanan fortifikasi banyak jenisnya

Lebih dari 2 miliar warga dunia alami kekurangan zat nutrisi mikro sebab keperluan mineral dan vitamin sehari-hari tidak tercukupi. Salah satunya jalan keluar yang dipandang dapat menangani permasalahan ini ialah makanan fortifikasi.

Makanan fortifikasi ialah makanan yang ditambah bermacam gizi yang awalnya tidak terdapat pada makanan itu. Makanan ini diinginkan bisa penuhi keperluan gizi dan mempertahankan kesehatan untuk siapa saja yang mengkonsumsinya.

Jenis Makanan fortifikasi mulai dikenalkan ke dunia semenjak tahun 1930-an selaku salah satunya jalan keluar dari permasalahan kekurangan nutrisi. Waktu itu, beberapa periset pengin menambah bermacam jenis gizi pada minuman dan makanan yang menjadi konsumsi setiap hari warga, seperti gandum dan susu.

World Health Organization (WHO) bahkan juga telah memandang makanan fortifikasi selaku salah satunya taktik untuk turunkan angka malnutrisi di dunia.
Apa makanan fortifikasi ada faedahnya?

Makanan fortifikasi ialah makanan yang diperkaya dengan gizi tambahan
Mengenali faedah dan resiko makanan fortifikasi
Makanan fortifikasi sudah menyuap keberhasilan mendesak masalah kekurangan gizi di beberapa negara, terhitung Amerika Serikat. Penyakit umum yang umumnya berlangsung karena kekurangan gizi, seperti rakhitis dan pellagra, bisa dibuktikan bisa ditangani dengan mengonsumsi makanan fortifikasi.

Walau makanan fortifikasi sudah sukses tingkatkan konsumsi warga akan mineral dan vitamin, sedikit bukti yang dapat perkuat claim jika makanan fortifikasi bisa sehatkan badan kita.
Disamping itu, ada kecemasan jika makanan fortifikasi bisa membuat badan konsumsi jumlah mineral dan vitamin yang terlalu berlebih. Oleh karena itu, sebaiknya Anda pun konsultasi pada dokter saat sebelum konsumsi bermacam jenis makanan fortifikasi.
Makanan fortifikasi untuk beberapa anak
Beberapa anak rawan alami kekurangan gizi. Tanpa tambahan mineral dan vitamin pada makanannya, banyak anak yang keperluan nutrisinya tidak tercukupi.
Makanan fortifikasi ialah jalan keluar untuk penuhi keperluan zat besi, zinc, dan vitamin B pada beberapa anak. Tetapi sayang, banyak makanan fortifikasi yang telah diolah demikian rupa hingga memiliki kandungan natrium, lemak, dan gula yang tinggi.
Menurut Enviromental Working Grup (EWG), beberapa anak beresiko alami ‘overdosis’ vitamin. Dalam satu laporan, banyak makanan fortifikasi yang kandungan vitaminnya dipandang terlalu berlebih untuk beberapa anak.
Bila pengin memberi makanan fortifikasi pada beberapa anak, sebaiknya Ayah dan Bunda menyaksikan dahulu kandung nutrisinya agar dapat mengenali kandungan mineral dan vitamin yang dikandungnya. Disamping itu, pilih makanan fortifikasi yang diutamakan untuk beberapa anak.
Makanan fortifikasi untuk orang dewasa
Sama dengan beberapa anak, orang dewasa harus penuhi keperluan nutrisinya. Walau diharuskan, ada banyak orang dewasa yang rupanya belum penuhi keperluannya akan kalsium, magnesium, serat, vitamin A, D, E, dan C.
Orang lansia (lanjut usia) dan ibu hamil paling rawan alami kurangnya vitamin. Disamping itu, vegan dan vegetarian beresiko alami kekurangan gizi. Disini peranan makanan fortifikasi jadi penting untuk orang dewasa.
Tetapi berhati-hati, makanan fortifikasi bisa juga mengakibatkan kelebihan vitamin ke orang dewasa, terlebih bila mereka konsumsi bermacam suplemen.
Misalkan, ibu hamil dan lanjut usia dapat alami overdosis vitamin A. Pada ibu hamil, overdosis vitamin A bisa mengakibatkan cacat lahir. Sedang pada lanjut usia, overdosis vitamin A bisa tingkatkan resiko patah tulang pinggul. Menurut riset dari Kampus Harvard, wanita yang konsumsi makanan fortifikasi yang diperkaya asam folat rupanya dapat alami overdosis asam folat. Itu penyebabnya Anda dianjurkan selalu untuk menyaksikan kandung gizi dari makanan fortifikasi untuk menahan overdosis gizi.
error: Content is protected !!