Ragam Candi Dengan Berbagai Cerita Sejarah

Cerita Sejarah

Cerita Sejarah Bercakap perihal candi di Indonesia, Toppers pastinya terpikir di Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Tidak bingung, ingat kebesaran serta kemashyuran ke-2 Candi ini telah menebar bahkan juga sampai ke pelosok dunia.

Akan tetapi, di Indonesia masih banyak candi-candi Hindu-Buddha yang lain yang tidak kalah bagus serta fantastis, lho! Yok, Bola Online Terpercaya mencari ketahui bisa lebih banyak beragam candi yang ada pada Indonesia melalui daftar Candi Hindu-Buddha di Indonesia yang harus disinggahi berikut!

Candi Hindu di Indonesia

  1. Candi Prambanan – Sleman, Yogyakarta

Juga dikenal bernama Candi Roro Jonggrand, kompleks Candi Prambanan yaitu kompleks Candi Hindu paling besar di Indonesia yang dibuat di zaman kesembilan Masehi.

Berdasar prasasti Siwagrha, didapati kalau candi ini mulai dibuat kira-kira tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, serta lagi ditingkatkan serta diperlebar oleh Balitung Maha Sambu, pada waktu kerajaan Medang Mataram. Dari prasasti ini pun dikisahkan kalau Candi Prambanan dibuat selaku persembahan terhadap Trimurti (tiga dewa pokok dalam Hindu), yaitu Brahma, Wisnu, serta Siwa.

Sempat terlantar serta kehilangan identitas peristiwa, rakyat di tempat membentuk mulai membentuk legenda asal-mula dari kehadiran candi-candi di komplek ini serta lahirlah legenda rakyat Roro Jongrang.

  1. Candi Dieng – Wonosobo, Jawa tengah

Ada di pegunungan Dieng, Candi Dieng sebagai Candi Hindu beraliran Siwa yang diduga dibuat di akhir zaman kedelapan sampai awalnya zaman kesembilan.

Miliki luas menggapai kira-kira 1.8 x 0.8 km2, kompleks Candi Dieng dipisah dalam 3 kumpulan serta 1 candi yang mandiri yang bernama diambil dari profil dalam kejadian dalam Kitab Mahabarata, yaitu kumpulan Arjuna, kumpulan Gatotkaca, kumpulan Dwarawati serta Candi Bima.

  1. Candi Gedong Songo – Semarang, Jawa tengah
Dijumpai oleh Raffles di 1804, Candi Gedong Songo sebagai Candi Hindu warisan dari Wangsa Syailendra di zaman kesembilan, persisnya 927 masehi. Kompleks Candi yang terdisi dari 9 Candi yang tersebarkan di lereng Gunung Ungaran ini ada pada ketinggian kira-kira 1200 m di atas laut.
  1. Candi Jago – Malang, Jawa Timur
Berdasarkan data dari kitab Negarakertagama serta Pararaton, Candi Jago miliki nama asli Jajaghu. Yang bermakna ‘keagungan’ yang pembangunannya dijalankan untuk penghormatan Raja Sri Jaya Wisnuwardhana. Raja Singasari pemeluk agama Syiwa Buddha, saluran peraduan di antara tuntunan Hindu serta Buddha.
Di candi yang dibuat memanfaatkan bebatuan andesit ini, Toppers dapat mendapati relief-relief Kunjarakarna serta Pancatantra bisa didapati di candi ini.
  1. Candi Arca Gupolo – Sleman, Yogyakarta
Gak seperti candi-candi Hindu awalnya, Arca Gupolo sebagai situs warisan beraliran Hindu yang terbagi dalam kelompok 7 arca. Nama Gupolo sendiri dikasihkan oleh masyarakat. Kira-kira terhadap patung Agastya yang disebut satu diantaranya arca yang ada di dalam situs ini.
Di dekat situs ini pun ada mata air jernih yang tidak pernah kering walau musim kemarau panjang.
  1. Candi Sukuh – Karanganyar, Jawa tengah
Sepintas Candi bercorak Hindu satu ini seperti terlihat Piramid. Tidak cuman memiliki bentuk yang unik. Candi ini cukup mencuri perhatian lantaran pelukisan beberapa alat kelamin manusia. Secara eksplisit dapat dijumpai di relief serta arca di Candi Sukuh. Di tahun 1995, situs Candi Sukus diusulkan ke UNESCO selaku satu diantaranya situs peninggalan dunia.
  1. Candi Cetho – Karanganyar, Jawa tengah
Candi bercorak Hindu di Indonesia lalu Candi Cetho, yang disangka dibuat di akhir masa kerajaan Majapahit. Kompleks Candi ini tidak cuman jadi posisi ziarah umat Hindu namun juga jadi tempat pengaguman. Beberapa pemeluk keyakinan Kejawen acapkali jadikan Candi Cetho selaku posisi pertapaan.
error: Content is protected !!