Awal Mula Sejarah Candi Di Indonesia

Awal Mula Sejarah Candi

Awal Mula Sejarah Candi Candi-candi Hindu di Indonesia normalnya dibikin oleh banyak raja pada kala hidupnya. Arca dewa, seperti Dewa Wishnu, Dewa Brahma, Dewi Tara, Dewi Durga, yang diletakkan dalam candi banyak yang dibentuk selaku perwujudan nenek moyangnya. Sampai kadangkala histori raja yang perihal tercantum dalam prasasti persembahan candi itu. Bola Online Terpercaya Berlainan dengan candi-candi Hindu, candi-candi Buddha normalnya dibikin selaku wujud dedikasi ke agama dan buat mendapati ganjaran. Tuntunan Buddha yang tercermin pada candi-candi di Jawa tengah yaitu Buddha Mahayana, yang diikuti oleh umat Buddha di Indonesia hingga waktu ini. Berlainan dengan saluran Buddha Hinayana yang diikuti di Myanmar dan Thailand.

Dalam website ini, gambaran berkaitan candi di Indonesia dikategorikan ke dalam: candi di Jawa tengah dan Yogyakarta, candi di Jawa Timur candi di Bali dan candi di Sumatra. Walaupun pada waktu sekrang Jawa tengah dan Yogyakarta sebagai dua propinsi yang berlainan, tapi dalam sejarahnya ke-2 tempat itu bisa disebut ada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Hindu, yang begitu besar kegunaannya dalam pembangunan candi di ke-2 propinsi itu. Pengelompokan candi di Jawa tengah dan Yogyakarta berdasar pada tempat administratifnya waktu ini susah dikerjakan, tapi, berdasar pada ciri-cirinya, candi-candi itu bisa dikategorikan dalam candi-candi di tempat utara dan candi-candi di tempat selatan.

Candi-candi yang berada di tempat utara, yang normalnya dibikin oleh Wangsa Sanjaya, sebagai candi Hindu dengan wujud bangunan yang simple, batur tanpa ada hiasan, dan dibikin dalam group tapi semasing berdiri dengan sendiri dan tidak teratur beraturan terletak. Yang terhitung dalam group ini, salah satunya: Candi Dieng dan Candi Gedongsanga. Candi di tempat selatan. Yang normalnya dibikin oleh Wangsa Syailendra, sebagai candi Buddha dengan wujud bangunan yang cantik dan penuh dengan hiasan. Candi di tempat utara ini normalnya dibikin dalam group dengan skema yang serupa. Yakni candi induk yang berada di tengah-tengah diputari oleh barisan candi perwara. Yang terhitung dalam group ini, salah satunya: Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Sewu, dan Candi Borobudur.
Candi-candi di Jawa Timur normalnya umurnya lebih muda ketimbang yang ada di Jawa tengah dan Yogyakarta. Lantaran pembangunannya dikerjakan di bawah pemerintah kerajaan-kerajaan. Penerus kerajaan Mataram Hindu, seperti Kerajaan Kahuripan, Singasari, Kediri dan Majapahit. Bahan fundamen, style bangunan, corak dan isi narasi relief candi-candi di Jawa Timur begitu bermacam, terkait pada kala pembangunannya. Misalkan, candi-candi yang dibikin pada kala Kerajaan Singasari normalnya dibentuk dari batu andesit. Dan diwarnai oleh tuntunan Tantrayana (Hindu-Buddha). Dan yang dibikin pada kala Kerajaan Majapahit normalnya dibentuk dari bata merah serta lebih diwarnai oleh tuntunan Buddha.
Candi-candi di Bali normalnya sebagai candi Hindu dan mayoritas masih dipakai buat realisasi upacara keagamaan sampai waktu ini. Di Pulau Sumatra ada 2 candi Buddha yang bisa didapati. Yakni Candi Portibi di Propinsi Sumatra Utara dan Candi Muara Takus di Propinsi Riau.
Sejumlah candi di Indonesia ditemui dan dipugar pada mula zaman ke-20. Pada tanggal 14 Juni 1913, pemerintahan penjajah Belanda membuat tubuh kepurbakalaan yang disebut Oudheidkundige Dienst (biasa dipersingkat OD). Maka pengurusan atas candi-candi di Indonesia bertambah lebih intens. Website ini diagendakan bakal menampung gambaran semua candi yang berada di Indonesia, tapi waktu ini belum seluruh candi bisa terliput.
error: Content is protected !!